Selasa, 30 Oktober 2012

APLIKASI EMBEDDED SYSTEM DENGAN SENSOR ULTRASONIC DAN MICROCONTROLLER ATMEGA 8535 UNTUK PENGUKUR TINGGI BADAN


APLIKASI EMBEDDED SYSTEM DENGAN SENSOR ULTRASONIC DAN MICROCONTROLLER ATMEGA 8535 UNTUK PENGUKUR TINGGI BADAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat telah membawa dampak yang cukup besar terhadap kehidupan manusia untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuannya.
Dalam teknologi elektronika, efektifitas dan efisieni selalu menjadi acuan agar setiap langkah dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mencapai hasil yang optimal baik kualitas maupun kuantitasnya. Agar dapat mewujudkan hal tersebut maka diperlukan sebuah alat, komponen atau sistem yang dapat memproses suatu data dengan cepat dan akurat. Beberapa contoh di antaranya adalah: komputer (PC) dan mikrokontroler.
Dengan adanya perkembangan yang pesat dari teknik elektronika dewasa ini, maka banyak hal yang dapat dilakukan dengan cepat dan tepat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu penggunaan teknik elektronika yang tak kalah penting adalah Mikrokontroler.

1.2 DESKRIPSI SISTEM   
Panjang dan tinggi merupakan salah satu besaran fisis yang sering diukur dalam berbagai keperluan yang membutuhkan data tinggi seseorang dalam sentimeter. Alat ukur tinggi badan yang beredar dipasaran, kurang memungkinkan untuk mendapatkan data yang akurat, karena kebanyakan alat ukur tinggi badan yang beredar dipasaran masih bersifat manual. Artinya untuk mendapatkan data tinggi badan seseorang masih menggunakan cara pengukuran dengan tenaga manusia.
Selaras dengan perkembangan jaman, dibutuhkan alat pengukur tinggi badan yang dapat bekerja secara otomatis, melakukan proses pengukuran, membaca hasil pengukuran, sekaligus memberitahukan hasil pengukuran tersebut dengan keluaran digital. Seseorang yang sedang diukur tinggi badannya dapat mengetahui secara langsung hasil pengukurannya. Pembacaan hasil yang didapat lebih akurat dan presisi jika dibanding dengan hasil pembacaan manusia

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dibuatnya sistem pengukur tinggi badan dengan sensor ultrasonic yaitu:
1.    Untuk memenuhi syarat tugas mata kuliah EMBEDDED SYSTEM.
2.    Memberikan kemudahan kepada manusia dalam penggunaan alat elektronik.
3.    Memberikan kemudahan untuk mengukur tinggi badan seseorang.

1.4.    BLOK DIAGRAM SISTEM KONTROL


  Gambar. Blok diagram sistem control

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 ULTRASONIC
Gelombang ultrasonik merupakan gelombang akustik yang memiliki frekuensi mulai 20 kHz hingga sekitar 20 MHz. Frekuensi kerja yang digunakan dalam gelombang ultrasonik bervariasi tergantung pada medium yang dilalui, mulai dari kerapatan rendah pada fasa gas, cair hingga padat. Jika gelombang ultrasonik berjalan melaui sebuah medium, Secara matematis besarnya jarak dapat dihitung sebagai berikut:
dimana s adalah jarak dalam satuan meter, v adalah kecepatan suara yaitu 344 m/detik dan t adalah waktu tempuh dalam satuan detik. Ketika gelombang ultrasonik menumbuk suatu penghalang maka sebagian gelombang tersebut akan dipantulkan sebagian diserap dan sebagian yang lain akan diteruskan.
Sensor ultrasonic adalah sensor yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor menghasilkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasr pengindraannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara yang dipancarkan dan yang diterima kembali adalah berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diindranya adalah padat, cair dan butiran. Tanpa kontakjarak 2 cm sampai 3 meter dan dapat dengan mudah dihubungkan dengan mikrokontroler malalui satu pin I/O saja.
Jarak antara sensor dengan objek yang direfleksikan dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
L = ½ . TOF . c
Dimana : 
L          = jarak ke objek
TOF    = waktu pengukuran yang diperoleh
c          = cepat rambat suara (340 m/s)


Gambar. Ilustrasi Kerja Ultrasonic


2.2   MIKROKONTROLER

Mikrokontroler merupakan sistem komputer yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC sehingga sering juga disebut dengan single chip microcomputer. Rangkaian mikrokontroler tersusun atas sebuah IC (Integrated Circuit) dan beberapa komponen pendukung sehingga bisa bekerja dengan baik.

A.    Mikrokontroler Atmega8535
Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 Bit, sehingga semua intruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bit word) dan sebagian besar intruksi dieksekusi dalam satu siklus intruksi clock. Dan ini sangat membedakan sekali dengan intruksi MCS-51 (Berarsitektur CISC) yang membutuhkan siklus 12 clock. RISC adalah Reduced Instruction Set Computing sedangkan CISC adalah Complex Instruction Set Computing.

B.     Spesifikasi Atmega8535
Spesifikasi sebuah mikrokontroler Atmega8535 adalah seperti berikut: 
-    Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu port A, port B, port C, dan port D. 
-    Kecepatan maksimal 16 MHz.
-    ADC (Analog to Digital Converter) 10 bit sebanyak 8 channel .
-    Tiga buah Timer/counter dengan kemampuan membandingkan. 
-    CPU yang terdiri dari 32 buah register. 
-    Watchdog Timer dengan isolator internal 
-    SRAM sebesar 512 byte. 
-    Memori Flash sebesar 8Kb dengan kemampuan Read While Write. 
-    Unit interupsi internal dan eksternal. 
-    Port antarmuka SPI. 
-    EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi. 
-    Antarmuka komparator analog. 
-    Port USART untuk komunikasi serial

C.     Arsitektur Atmega8535
Secara umum arsitektur mikrokontroler Atmega8535 dapat dilihat pada gambar diagram blokberikut: 


2.3  WIRING DIAGRAM

2.4    EMBEDDED SYSTEM
Sensor ultrasonik adalah sebuah sensor yang mengubah besaran fisis (bunyi) menjadi besaran listrik. Pada sensor ini gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah benda yang disebut piezoelektrik. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi 40 kHz ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Sensor ultrasonik secara umum digunakan untuk suatu pengungkapan tak sentuh yang beragam seperti aplikasi pengukuran jarak. Alat ini secara umum memancarakan gelombang suara ultrasonik menuju suatu target yang memantulkan balik gelombang kearah sensor. Kemudian sistem mengukur waktu yang diperlukan untuk pemancaran gelombang sampai kembali kesensor dan menghitung jarak target dengan menggunakan kecepatan suara dalam medium. Rangkaian penyusun sensor ultrasonik ini terdiri dari transmitter, reiceiver, dan komparator. Selain itu, gelombang ultrasonik dibangkitkan oleh sebuah kristal tipis bersifat piezoelektrik. Bagian-bagian dari sensor ultrasonik adalah sebagai berikut:
a.       Piezoelektrik
Peralatan piezoelektrik secara langsung mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Tegangan input yang digunakan menyebabkan bagian keramik meregang dan memancarkan gelombang ultrasonik. Tipe operasi transmisi elemen piezoelektrik sekitar frekuensi 32 kHz. Efisiensi lebih baik, jika frekuensi osilator diatur pada frekuensi resonansi piezoelektrik dengan sensitifitas dan efisiensi paling baik. Jika rangkaian pengukur beroperasi pada mode pulsa elemen piezoelektrik yang sama dapat digunakan sebagai transmitter dan reiceiver. Frekuensi yang ditimbulkan tergantung pada osilatornya yang disesuiakan frekuensi kerja dari masing-masing transduser. Karena kelebihannya inilah maka tranduser piezoelektrik lebih sesuai digunakan untuk sensor ultrasonik.
b.      Transmitter
Transmitter adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pemancar gelombang ultrasonik dengan frekuensi sebesar 40 kHz yang dibangkitkan dari sebuah osilator. Untuk menghasilkan frekuensi 40 KHz, harus di buat sebuah rangkaian osilator dan keluaran dari osilator dilanjutkan menuju penguat sinyal. Besarnya frekuensi ditentukan oleh komponen kalang RLC / kristal tergantung dari disain osilator yang digunakan. Penguat sinyal akan memberikan sebuah sinyal listrik yang diumpankan ke piezoelektrik dan terjadi reaksi mekanik sehingga bergetar dan memancarkan gelombang yang sesuai dengan besar frekuensi pada osilator
c.       Receiver
Receiver terdiri dari transduser ultrasonik menggunakan bahan piezoelektrik, yang berfungsi sebagai penerima gelombang pantulan yang berasal dari transmitter yang dikenakan pada permukaan suatu benda atau gelombang langsung LOS (Line of Sight) dari transmitter. Oleh karena bahan piezoelektrik memiliki reaksi yang reversible, elemen keramik akan membangkitkan tegangan listrik pada saat gelombang datang dengan frekuensi yang resonan dan akan menggetarkan bahan piezoelektrik tersebut.
2.5    ALGORITMA/ FLOWCHART

Start
Deklarasi variabel 
Konfigurasi sensor
DO 
If Waktu Lebar pulsa (tIN) low 
Ada pemakai 
Konversi tIN ke cm Jarak = [(tIN μs x 0.034 cm /μs)÷2 ] cm
Tampilkan ke display pengukuran jarak 
Else Waktu Lebar pulsa (tIN) high
Tidak ada pemakai 
Hitung waktu lebar pulsa ( tIN ) high selama sensor
memancarkan gelombang 
END IF
LOOP
END


PSEUDOCODE : 
a.      menyiapkan alat
b.     menyiapkan objek (manusia)
c.      kemudia alat akan bekerja memantulkan gelombang pada objek
d.     pantulan akan dihitung oleh system
e.      system akan memunculkan tinggi object yang diperoleh dari pengurangan tinggi alat yang dipasang dengan pantulan sinar ultraviolet dari objek

 BAB III 
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sensor ultrasonic banyak digunakan di berbagai perangkat pengukur jarak. sebagai contoh di dunia robotika sensor ini digunakan sebagai indra utama untuk navigasi robot. sebagai contoh tipe ultra sonic yang banyak digunakan adalah tipe SRF, dan PING pada perinsipnya sensor jarak ultra sonic menggunakan prinsip kerja yang sama, yaitu pngirim sinyal dan penerima sinyal (transmitter and receiver). sensor ini bekerja pada frequency 40 Khz.
seperti yang telah di jelaskan bahwa sensor ultra sonic memiliki transmitter dan receiver. transmitter memancarkan gelombang suara dengan frekwensi 40KHz. gelombang tersebut akan mengarah pada sebuah objek di depan sensor dan kemudian di pantulkan kembali ke receiver
3.2 SARAN
Setelah dipahami, ternyata dalam kehidupan kita telah banyak yang berhubungan dengan Embedded system. Penulis mengharapkan agar lebih banyak buku-buku mengenai Embedded system atau Pengenalan Embedded system dalam masyarakat agar bagi kita kata Embedded System tidak asing lagi didengar.

Alat Pengukur Tinggi Badan

Sensor ultrasonic banyak digunakan di berbagai perangkat pengukur jarak. sebagai contoh di dunia robotika sensor ini digunakan sebagai indra utama untuk navigasi robot. sebagai contoh tipe ultra sonic yang banyak digunakan adalah tipe SRF, dan PING


pada perinsipnya sensor jarak ultra sonic menggunakan prinsip kerja yang sama, yaitu pngirim sinyal dan penerima sinyal (transmitter and receiver). sensor ini bekerja pada frequency 40 Khz.

seperti yang telah di jelaskan bahwa sensor ultra sonic memiliki transmitter dan receiver. transmitter memancarkan gelombang suara dengan frekwensi 40KHz. gelombang tersebut akan mengarah pada sebuah objek di depan sensor dan kemudian di pantulkan kembali ke receiver.

Transmitter ultrasonic memancarkan gelombang suara setelah diinputkan firing pulse (pulsa trigger) dengan periode tertentu. berdasarkan datasheet, untuk sensor ultra sonic tipe SRF-04 dibutuhkan firing pulse dengan periode = 10us.

alat pengukur tinggi badan adalah salah satu alat yang pernah dirancang dan di realisasikan pembuatannya. ide dasar sistem kerja alat tersebut ada pada gambar dibawah:




sebagai contoh sensor di posisikan di atas kepala dengan ketinggian 200 cm / 2 meter. maka jarak yang akan terbaca (d) oleh sensor, merupakan nilai pengurang untuk mendapatkan tinggi badan:

tinggi badan = 200 cm - jarak terbaca (d).

Komponen yang digunakan untuk membuat alat ini :
Ultra Sonic SRF-04
LCD 16*2
Sistem Minimum ATMega 8535/16/32
 
Gambar dibawah adalah diagram Koneksi Alat pengukur tinggi badan.


Senin, 29 Oktober 2012


Paper Jurnal Jaringan
Komunikasi Data Mata Kuliah Pengantar
   
  Teknologi Informasi


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah gerbang awal menuju kehidupan manusia yang lebih baik dan efisien sebagai efek dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia. Dahulu untuk berkomunikasi saja manusia masih kesulitan, namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masalah komunikasi sudah bukan menjadi masalah.
Ketika piranti komunikasi berupa telepon pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell, hal tersebut belum disadari oleh kebanyakan umat manusia namun dengan penemuan itu ternyata menjadi awal dari perkembangan telekomunikasi yang akhirnya menjadi berkembang pesat seperti sekarang.
Piranti telekomunikasi pertama kali masih menggunakan kabel yang besar rumit dan banyak, piranti kabel memang masih digunakan sampai sekarang namun para ahli masih memikirkan untuk beralih ke telekomunikasi yang bersifat mobile dan praktis. Dan hal tersebutlah yang menjadi landasan dan latar belakang bagi kemajuan pengembangan telekomunikasi nirkabel (wireless / unguided).

B. Perumusan Masalah  
Contoh dari media unguided banyak sekali namun dalam hal ini akan difokuskan mengenai transmisi wireless dalam bidang komunikasi data antar jaringan internet dan komputer. Perkembangan aplikasi wireless untuk komputer dan internet sudah sedemikian pesat antara lain dengan berkembang pesatnya aplikasi wireless misalnya hotspot area. Karena perkembangan inilah media komunikasi menggunakan wireless akan dibahas dalam makalah ini.

C. Tujuan Penulisan Paper
 Tujuan dari paper ini adalah untuk memahami sekilas tentang media unguided. Setelah mengetahui sedikit mengenai media transmisi wireless diharapkan kita dapat membudayakan penggunaan teknologi wireless untuk di berbagai bidang kehidupan. Media unguided juga harus disosialisasikan sebagai teknologi masa depan pengganti media kabel yang masih menjadi tulang punggung dunia telekomunikasi saat ini.



BAB II PEMBAHASAN

 Unguided media atau komunikasi tanpa kabel yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik seperti kabel atau serat fisik. Sinyal dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa kasus). Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, infrared, wireless mobile dan sebagainya. Berikut sedikit contoh karakteristik dari media unguded yaitu wireless.

 A. Perkembangan Standar Wireless LAN
Standar Fungsi
802.11 Standar dasar WLAN yang mendukung transmisi data 1 Mbps hingga 2 Mbps
802.11a Standar High Speed WLAN untuk 5GHz band yang mendukung transfer data hingga 54 Mbps
802.11b Standar WLAN untuk 2.4GHz yang mendukung transmisi data 5,4 hingga 11 Mbps
802.11e Perbaikan dari QoS (Quality of Service) pada semua 802.11e interface radio IEEE WLAN
802.11f Mendefenisikan komunikasi inter-access point untuk memfasilitasi beberapa vendor yang mendistribusikan WLAN

802.11g Menetapkan teknik modulasi tambahan untuk 2,4 GHz band, untuk kecepatan transfer data hingga 54 Mbps

802.11h Mendefenisikan pengaturan spectrum 5 GHz band yang digunakan di Eropa dan Asia Pasifik
802.11i Menyediakan keamanan yang lebih baik. Penentuan alamat untuk mengantisipasi kelemahan keamanan pada protokol autentifikasi dan enkripsi

802.11j Penambahan pengalamatan pada channel 4,9 GHz hingga 5 GHz untuk standar 802,11a di Jepang




B. Karakteristik Transmisi Wireless : • Menggunakan sebuah media antena dalam mengirim dan menerima sinyal
elektromagnetik • Rentan intereferensi • Umumnya menggunakan 2 GHz – 40 Ghz • Point to point, point to multi point, access point • Semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin besar potensial • Bandwidth dan rate datanya namun semakin pendek jaraknya
 C. Keunggulan Wireless 
• Wireless lebih nyaman untuk penggunaan piranti mobile • User menggunakan banyak koneksi di berbagai tempat • Admin jaringan lebih mudah mengantur jaringan (tidak perlu pasang kabel, melubangi
tembok, dll)
• Sederhananya kita bias menggunakan laptop untuk koneksi internet di kampus, hotel, rumah makan dengan cukup menyalakan fasilitas wireless.

D. Aplikasi Transmisi Wireless
a) Access Role
b) Network Ekstention
c) Building to building Connectivity
d) Last Mile Data Delivery
e) Mobility
f) Small Office Home Office
g) Mobile Office

E. Layanan Pengembangan Wireless

a) Hotspot 
Hotspot merupakan coverage area yang dimiliki access point agar komputer dengn
perangkat wireless disekitar dapat terkoneksi internet. Hotspot menyediakan layanan wireless LAN dan internet secara gratis maupun dengan biaya. Area Hotspot biasanya menggunakan tempat area umum (seperti ruang lobby, area parkir, kantin dll) agar perangkat WLAN yang digunakan user bisa melakukan akses kelayanan Access Point.
 


Ada 3 range frekuensi umum yang dalam tranmisi wireless yaitu :

1. Frekuensi microwave dengan range 2–40 GHz, cocok untuk tranmisi point- to point.
2. Frekuensi dalam range 30 MHz – 1 GHz, cocok untuk aplikasi omnidirectional.
Range ini ditujuan untuk range broadcast radio.
3. Range frekuensi lain yaitu antara 300 – 200000 GHz untuk aplikasi local, adalah spectrum infra merah. Infra merah sangat berguna untuk aplikasi point-to-point dan multipoint dalam area terbatas, seperti sebuah ruangan.

b) Bluetooth
Sebuah teknologi wireless yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara dengan jarak jangkauan yang terbatas. Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas.
Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.
Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical).

c) Infrared
Dipenuhi dengan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasikan no-coherent infrared light. Transceiver harus dengan suatu bentuk garis lurus atau melalui pantulan dari suatu permukaan warna yang bercahaya.



F. Media Piranti Wireless 1. Wireless Client Devices

 2. Access Point
Digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel atau dari backbone jaringan wireless client/server   Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2 antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi dengan LAN kabel atau broadband ethernet.

   





antena
Digunakan untuk mengkonversi signal high frekuensi (RF) dalam transmisinya sebagai gelombang di udara. Tipe antena akan menentukan pola radiasi gelombang seperti omnidirectional, bidirectional, atau unidirectional.
Ada tiga jenis antena RF yaitu Omni-directional, Bidirectional, dan Unidirectional. Omnidirectional sangat cocok digunakan untuk cakupan area yang luas. Bidirectional cocok untuk menghubungkan antar gedung. Unidirectional cocok untuk koneksi point to point antar gedung yang berlainan daerah.
Antena omnidirectional akan merambatkan sinyal RF ke segala arah secara horizontal, namun jarak daya pancarnya terbatas. Omnidirectional mempunyai range gain hingga 6db, yang dapat digunakan pada aplikasi didalam gedung. Karena




keterbatasan jangkauan area, maka sering digunakan beberapa access point untuk memperluas area cakupan, sehingga dapat terjadi overlapping sel. Penggunaan gain yang tinggi akan menambah range coverage area, sehingga akan mengurangi jumlah access point dalam satu kawasan.

Salah satu tipe antena unidirectional adalah antena Yagi, antena ini hanya akan mentransmisikan serta menerima energi sinyal RF dalam satu arah. Antena Yagi merupakan antena unidirectional dengan gain yang cukup tinggi (antara 12 hingga 18 dBi). Mempunyai bentuk fisik seperti antena televisi dengan bilah-bilah metal paralel secara melintang. Radiasinya hampir sama dengan nyala lampu senter saat dinyalakan.
           

BAB III KESIMPULAN

Pemakaian media tranmisi wireless banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun faktor kebutuhan dan untuk kerjalah yang paling besar. Kebutuhan dipengaruhi oleh banyak user dan luas area yang akan dikoneksikan. Kemudian unjuk kerja yang optimal, seperti troughput yang dihasilkan diupayakan semaksimal mungkin.
Penggunaan wireless akan lebih optimal jika digunakan pada area yang tidak terlalu luas, atau jarak yang tidak terlalu jauh, dan user yang tidak terlalu banyak serta topologi dataran yang mempunyai LOS memadai.Namun jika ternyata area yang dikoneksikan sangat luas dan user yang sangat banyak,dan jarak yang sangat jauh serta topologi dataran yang tidak LOS, maka pemakaian media satelit sangat dianjurkan. Berikut keuntungan dan kelemahan manggunakan media wireless :

1. Keuntungannya :
a) Wireless lebih nyaman untuk penggunaan piranti mobile
b) User menggunakan banyak koneksi di berbagai tempat
c) Admin jaringan lebih mudah mengantur jaringan (tidak perlu pasang kabel, melubangi tembok, dll)
d) Sederhananya kita bias menggunakan laptop untuk koneksi internet di kampus, hotel, rumah makan dengan cukup menyalakan fasilitas wireless.
e) Mobilitas dan terbebasnya dri kerumitan bentangan kabel. 2. Kerugiannya :
a) Sulit diperoleh karena spektrum frekuensi terbatas.
b) Biaya instalasinya, operasional dan pemeliharaan sangat mahal.
c) Keamanan data kurang terjamin.
d) Pengaruh gangguan (derau) cukup besar.
e) Transfer data lebih lambat dibandingkan dengan penggunaan kabel.
f) Adanya interferensi radio oleh cuaca, perangkat wireless lainnya, halangan
tembok, gedung, bukit, gunung, atau pohon tinggi besar (Line of Sight).

Rabu, 10 Oktober 2012





NETSTAT, TRACEROUTE DAN NETWORK MAPPER





1. TUJUAN PRAKTIKUM


· Untuk mengetahui cara mengatur konfigurasi IP pada sistem operasi LINUX.


· Dapat memahami analisa dan hasil dari konektivitas ke host lain.


· Dapat memahami analisa dan hasil rute paket ke dan port yang terbuka pada host lokal dan host lain.


· Dapat menganalisa dan hasil yang membuka port di komputer lokal dengan network mapper


· Dapat menganalisa dan hasil IP asal, Ip tujuan, port asal, port tujuan dalam sebuah sesi koneksi.






2. ALAT DAN BAHAN


· PC yang bersistem operasi LINUX.


· Kabel straight dan crossover.


· Hub.






3. LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM


Sebelum melakukan praktikum, lakukan konfigurasi IP dengan cara sebagai berikut:


sudo nano /etc/network/interfaces


Isikan:


auto eth1


iface eth1 inet static


address 10.17.0.192


netmask 255.255.255.0


gateway 10.17.0.254


Simpan dengan CTRL+O, lalu enter dan Keluar dengan CTRL+X


Kemudian restart jaringan dengan mengetikkan perintah sudo /etc/init.d/networking restart


Kemudian setting repository ke http://ubuntu.tk.polsri.ac.id atau http://kambing.ui.edu. Setelah itu lakukan instalasi beberapa aplikasi, di antaranya Traceroute dan nmap.


Soal:










1. Mengecek konektivitas ke host lain


10.17.0.254


10.10.1.1


202.17.0.1


10.17.4.2


[user@linux]#ping[IP_host lain]


2. Menganalisa rute paket host dan tujuan. Amati rute paket ke host seperti no 1


[user@linux/]# trace route [host_tujuan]


Tulis dan jelaskan output perintah diatas


3. Menganalisa servis yang membuka port di komputer lokal. Amati port berapa saja yang terbuka pada komputer anda dengan perintah netstat


[user@linux~]#netstat—listening |more


4. Menganalisa servis yang membuka port dikomputer anda dengan perintah network mapper. Amati port berapa saja yang terbuka pada komputer anda dengan nerwork mapper.


[user@linux~]#sudo nmap localhost


5. Menganalisa IP asal, IP tujuan,port tujuan dalam sebuah koneksi. Menganalisa paket dari komputer local


· Lakukan SSH ke komputer server


[user@linux/]#ssh[IP_server]


· Amati IP asal, IP tujuan, port asal, port tujuan yang anda gunakanpada saat koneksi tersebut


[user@linux/]netstat | grep ESTABILISHED


6. Menganalisa IP asal, IP tujuan,port tujuan dalam sebuah koneksi. Menganalisa paket dari komputer local


Lakukan perintah tcp dump ke komputer server


[user@linux/]#tcp dump –i eth0






4. HASIL PRAKTIKUM






1.


ping 10.10.1.1


64bytes from 10.10.1.1: icmp_reg = 1 ttl = 62 time = 0.248ms


64bytes from 10.10.1.1: icmp_reg = 2 ttl = 62 time = 0.229ms


64bytes from 10.10.1.1: icmp_reg = 3 ttl = 62 time = 0.204ms


64bytes from 10.10.1.1: icmp_reg = 4 ttl = 62 time = 0.211ms


64bytes from 10.10.1.1: icmp_reg = 5 ttl = 62 time = 0.230ms


ping 202.9.69.2


64bytes from 202.9.69.2 : icmp_reg = 1 ttl = 62 time = 0.233ms


64bytes from 202.9.69.2 : icmp_reg = 2 ttl = 62 time = 0.184ms


64bytes from 202.9.69.2 : icmp_reg = 3 ttl = 62 time = 0.180ms


64bytes from 202.9.69.2 : icmp_reg = 4 ttl = 62 time = 0.180ms


64bytes from 202.9.69.2 : icmp_reg = 5 ttl = 62 time = 0.178ms


ping 202.9.69.9


64bytes from 202.9.69.9 : icmp_reg = 1 ttl = 62 time = 0.305ms


64bytes from 202.9.69.9 : icmp_reg = 2 ttl = 62 time = 0.340ms


64bytes from 202.9.69.9 : icmp_reg = 3 ttl = 62 time = 0.285ms


64bytes from 202.9.69.9 : icmp_reg = 4 ttl = 62 time = 0.262ms


64bytes from 202.9.69.9 : icmp_reg = 5 ttl = 62 time = 0.279ms


ping 10.10.1.10


64bytes from 10.10.1.10 : icmp_reg = 1 ttl = 62 time = 0.280ms


64bytes from 10.10.1.10 : icmp_reg = 2 ttl = 62 time = 0.281ms


64bytes from 10.10.1.10 : icmp_reg = 3 ttl = 62 time = 0.279ms


64bytes from 10.10.1.10 : icmp_reg = 4 ttl = 62 time = 0.257ms


64bytes from 10.10.1.10 : icmp_reg = 5 ttl = 62 time = 0.238ms


ping 10.17.4.1


tidak terkoneksi


ping 10.17.9.254


Tidak terkoneksi


Penjelasan:






Untuk IP 10.10.1.1, 202.9.69.2, 202.9.69.9, dan 10.10.1.10 mendapatkan balasan dari IP yang kita ping-kan. Pada balasan tersebut data yang dikirmkan sebesar 64 bytes lalu pc akan mengirimkan Internet Control Message Protocol (ICMP) ke host atau IP yang akan dituju. Nilai icmp ini berurutan sesuai permintaan pengiriman paket data pada pc kita. Misalnya icmp_req=1 dst. Sedangkan TTL merupakan nilai “Time-To-Live” yang digunakan untuk mencegah adanya circular routing pada suatu jaringan. Dengan mengurangi nilai TTL awal yaitu 128 dengan nilai TTL akhir maka bisa dihitung banyaknya hop yang dilalui dari komputer asal ke komputer tujuan. Setiap kali packet PING melalui sebuah ip address maka nilai TTL nya akan dikurangi satu. Sehingga jika TTL mencapai nilai nol, PING packet akan di-discard / di-drop dan hasil PING menunjukkan : “TTL expired in transit”. Untuk “time” nya sendiri merupakan waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman data ke host / IP lain. Untuk IP 10.17.4.1 dan 10.17.9.254 tidak mendapatkan balasan dari perintah Ping tersebut maka tidak ada proses pengiriman data.






2.


Traceroute to 10.10.1.1 (10.10.1.1), 30 hops max, 60 bytes packets.


1. 10.17.0.254 (10.17.0.254) 0.479ms 0.917ms 1.170ms


2. 10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.520ms 0.546ms 0.530ms


3. 10.10.1.1 (10.10.1.1) 0.383 0.387ms 0.385ms


4. ***


5. ***






traceroute to 10.17.4.1 (10.17.4.1), 30 hops max, 60 byte packets


1. 10.17.0.254 (10.17.0.254) 0.577ms 2.001ms 2.218ms


2. ***


3. ***


4. ***


5. ***






traceroute to 202.9.69.9 (202.9.69.9), 30 hops max, 60 byte packets


1. 10.17.0.254 (10.17.0.254) 3.795ms 3.976ms 4.195ms


2. 10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.513ms 0.530ms 0.533ms


3. ***


4. ***


5. ***






tracerote to 202.9.69.2 (202.9.69.2), 30 hops max, 60 byte packets


1. 10.17.0.254 (10.17.0.254) 0.489ms 0.917ms 1.134ms


2. 10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.812ms 0.824ms 0.820ms


3. 202.9.69.2 (202.9.69.2) 0.198ms 0.214ms 0.200ms


4. ***


5. ***






Traceroute to 10.10.1.10 (10.10.1.10), 30 hops max, 60 byte packets


1. 10.17.0.254 (10.17.0.254) 2.060ms 2.242ms 2.456ms


2. 10.2.6.1 (10.2.6.1) 0.751ms 0.773ms 0.775ms


3. 10.10.1.10 (10.10.1.10) 0.304 ms 0.319ms 0.375ms


Baris pertama hanya menunjukkan apa yang akan dilakukan oleh traceroute yaitu melakukan trace dengan maksimum loncatan 30 dan besar paket yang dikirimkan adalah 60 byte.


Hasilnya, paket tersebut melewati 30 router atau 30 kali loncatan. Untuk setiap lomcatan memiliki waktu yang berbeda-beda tergantung pada lokasi tujuannya.





3.


polsri@polsri:~$ netstat –listening|more


Active internet connections (only servers)


Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address


raw 117696 0 *:icmp *:*


raw 131712 0 *:icmp *:*


raw 131712 0 *:icmp *:*


raw 131712 0 *:icmp *:*


raw 132544 0 *:icmp *:*


raw 132544 0 *:icmp *:*


raw 132800 0 *:icmp *:*


raw 131072 0 *:icmp *:*


raw 117696 0 *:icmp *:*


Active UNIX domain sockets (only servers)


Proto RefCnt Flags Type State I-Node Path


unix 2 [ ACC ] SEQPACKET LISTENING 7222 /run/udev/control


unix 2 [ ACC ] STREAM LISTENING 7065 @/com/ubuntu/upstart


unix 2 [ ACC ] STREAM LISTENING 8627 /var/run/acpid.socket


unix 2 [ ACC ] STREAM LISTENING 7367 /var/run/dbus/system


bus_socket






Data di atas merupakan hasil dari netstat output tersebut merupakan statistic socket yang terbuka yang statusnya LISTENING.


· Active internet connections (w/o servers) menjelaskan bahwa jaringan yang terhubung adalah jaringan local dan tidak terhubung dengan internet. Karena jaringan kita berupa jaringan local maka komputer dianggap sebagai server.


· Kemudian pada baris kedua table berisi lalu lintas data yang melalui protocol internet :


· Proto menjelaskan protocol apa yang sedang digunakan oleh soket. Perlu diingat bahwa ada ada 3 jenis protocol yaitu TCP, UDP, RAW. Dalam table diatas terlihat bahwa protocol yang digunakan adalah TCP


· Recv-Q menjelaskan besar paket yang diterima dari buffer antrian dimana satuan yang digunakan yaitu bytes.


· Send-Q menjelaskan besar paket yang dikirim dari buffer antrian, satuannya adalah bytes.


· Local Address merupakan alamat IP komputer yang digabung dengan nomor port yang sedang digunakan.


· Foreign Address sam dengan Local Address, tetapi alamat IP dan Port yang ditampilkan bukan milik komputer local, melainkan milik dari remote host.


· State merupakan status dari socket yang sedang terbuka.


· Active UNIX domain sockets (w/o servers) menjelaskan bahwa socket yang aktif di dalam UNIX


· Baris ke 4 adalah table yang berisikan lalu lintas data yang melalui domain UNIX :


· Proto menjelaskan protocol apa yang sedang digunakan oleh socket. Biasanya protocol yang digunakan yaitu UNIX.


· RefCnt menjelaskan jumlah referensi proses yang terjadi pada socket.


· Flags menjelaskan koneksi socket yang terhubung.


· Type merupakan tipe akses socket. STREAM berarti koneksi soket bertipe aliran data.


· State menjelaskan status dari socket yang sedang terbuka.


· I-Node merupakan ID proses yang sedang berjalan dalam socket.


· Path merupakan tempat proses yang berhubungan dengan socket yang sedang digunakan.






4.


polsri@polsri:~$ sudo nmap 202.9.69.9


Starting Nmap 5.21 (http://nmap.org) at 2012-10-04 08.01 WIT


mass_dns: warning: Unable to determine any DNS Server. Reverse DNS is disabled.


Try dsing-system-dns or specify valid servers


Nmap scan report for 202.9.69.9


Host is up (0.000029s latency)


Not shown: 996 filtered posts


PORT STATE SERVICE


80/tcp open http


443/tcp open https


4900/tcp open unknown


6005/tcp open x11:5


Nmap done : IP Address (1host up) Scanned in 4.44 seconds






Penjelasan:


· Baris pertama merupakan baris yang berisikan informasi waktu dan tanggal Nmap mulai diaktifkan.


· Sedangkan baris kedua Nmap scan report for localhost (127.0.0.1) membuktikan bahwa mesin yang sedang di scanning oleh nmap adalah localhost.


· Host is up (0.000029s latency) merupakan host yang sedang di scanning dan telah aktif dengan waktu delay sebesar 0.000029 detik.


· Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.19 seconds, pada baris ini menjelaskan informasi tentang port scanning yang sudah dijalankan. Scanning menggunakan nmap telah selesai, telah dilakukan scanning pada 1 IP Address, dan 1 host telah aktif. Waktu yang digunakan dalam proses scanning yaitu 4.44 detik.


· Tabel port yang sedang terbuka, dengan penjelasan masing-masing header tabel sebagai berikut :






PORT ànomor port yang terbuka dan protokol yang digunakan oleh port yang sedang terbukatersebut. 22 merupakan nomor port dari ssh.


STATE à merupakan status port. Open, berarti port dengan nomor 22 sedang terbuka.


SERVICEànama servis dari port yang sedang terbuka. Disini servis yang terbuka misalnya https














5.


Pada soal ke 5 ini akan di lakukan pada 2 terminal yaitu terminal 1 dan 2, untuk ke terminal 1, tekan CTRL+ALT+F1 dan untuk ke terminal 2 tekan CTRL+ALT+F2


Pada terminal 1, ketikkan perintah ssh


root@ubuntu:/home/kel6# ssh 202.9.69.2


kel6@202.9.69.2’s password:


password tidak di masukkan dan langsung pindah ke terminal 2, dan hasilnya :


root@ubuntu:/home/kel2#netstat | grep ESTABLISHED


tcp 0 0 10.17.0.192:35003 lib.polsri.ac.id:ssh ESTABLISHED






Dari hasil di atas dapat dijelaskan


· 10.17.0.192 merupakan IP asal (IP komputer kita) yang telah kita setting pada network interfaces sebelumnya.


· 35003 menandakan port asal yang digunakan


· 202.9.69.2 adalah IP tujuan yang merupakan ip server.


· SSH adalah penamaan yang digunakan untuk port tujuan. SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan proses pertukaran data antara dua perangkat jaringan, bisa dilewatkan dalam satu jalur yang aman. SSH umumnya digunakan di linux atau os unix lainnya untuk bisa mengakses akun shell di komputer remote.


· ESTABLISHED artinya adalah telah terjalin sebuah koneksi yang aman antara ip 10.17.0.192 dengan ip 202.9.69.2 karena sebelunya telah di lakukan perintah ssh pada ip 202.9.69.2







6.


perintahnya


polsri@polsri:~$ sudo tcpdump –i eth1


Hasil nya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

















.


Urutan Hasil di atas menujukkan header dari paket yang termonitoring pada eth1.


Karena perintah tcpdump –i eth1 berarti kita akan memonitoring setiap paket yang melewati eth1 ,dan setelah monitoring bisa dihentikan dengan menekan CTRL+C.






5. KESIMPULAN


Dari praktikum yang telah di lakukan dapat di ketahui bahwa:


1. Untuk terhubung ke jaringan terlebih dahulu kita harus mensetting IP address kita, dan jika ingin terhubung ke internet. Kita harus mensetting DNS dan proxy (jika jaringan menggunakan proxy).


2. Kita juga harus menginstal terlebih dahulu aplikasi yang akan kita gunakan dalam melakukan praktik seperti traceroute dan nmap.


3. Kita dapat mengetahui bagaimana cara melihat jalur koneksi dengan traceroute, mengamati port yang terbuka dengan netsat dan nmap, dan juga memonitoring paket yang ada pada jaringan dengan tcp dump